WORK0SHOP PENCEGAHAN PELANGGARAN HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Hari Selasa tanggal 18 April 2017 bertempat di Hotel Mahkota Bupati Kerinci telah melaksanakan pembukaan acara Workshop Pencegahan Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual Kab. Indonesia.
Sebagaimana diketahui Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual merupakan salah satu cara untuk memberikan penghargaan kepada para kreator dan inovator yang telah menghasilkan karya-karya intelektual yang baru, kreatif dan inovatif baik dibidang teknologi, ilmu pengetahuan maupun seni dan sastra. Di Kab. Kerinci pada tahun 2016 lalu telah ditetapkan 13 produk unggulan daerah dan telah diterbitkan sertifikasi indikasi geografis untuk kayu manis kerinci. Disamping itu kita memiliki banyak sekali kreasi dan inovasi seni dan budaya diantaranya lagu daerah kerinci, batik kerinci, kuliner dan berbagai macam produk olahan, kesemuanya itu merupakan modal yang cukup besar bagi Kab. Kerinci dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat dan laju pertumbuhan ekonomi secara umum serta dapat memberi kontribusi dalam peningkatan pembangunan ekonomi serta pengembangan ekonomi kreatif khususnya. Meskipun saat ini sudah ada Aturan dan payung Hukum yang mengatur Hak Kekayaan Intelektual seperti Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek dan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2007 tentang Indikasi Geografis namun akhir-akhir ini pelanggaran H.K.I ini sudah mulai meresahkan dan perlu kita waspadai bersama. Pelanggaran hak cipta, pembajakan sampai klaim atas suatu produk jelas akan mempengaruhi stabilitas perekonomian masyarakat dan merugikan kita sendiri terutama pelaku bisnis dan ekonomi, untuk itu Hak ini harus kita jaga bersama terutama Hak Indikasi Geografis Kayu Manis, karena indikasi ini mempunyai nilai ekonomi yang sangat menjanjikan jangan sampai pihak luar yang mengklaim dirinya yang mempunyai Hak Indikasi Geografis, hal ini juga berlaku untuk produk-produk unggulan daerah kita yang lain seperti karya-karya seni dan lagu daerah yang kita miliki jangan sampai diklaim dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain yang notabenenya tidak mempunyai dasar hukum yang jelas.
Sehubungan dengan hal tersebut Bupati Kerinci mengharapkan melalui pelenyelenggaraan Workshop ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan kita terhadap berbagai regulasi tentang Hak
Perlindungan Kekayaan Intelektual sehingga tercipta strategi yang terencana dan terstruktur sebagai rekomendasi Pemerintah Daerah yang akan dapat kita tindaklanjuti dilapangan.

Share this